Eliminasi Tuberkulosis Kota Bekasi
Nama Program: Program Eliminasi Tuberkulosis (TBC) Kota Bekasi
Pelaksana: Yayasan Synersia sebagai Sub-Sub Recipient (SSR)
Pendana: Konsorsium Komunitas Penabulu–Stop TB Partnership Indonesia (STPI), melalui dana hibah The Global Fund
Lokasi: Kota Bekasi, Jawa Barat
Periode: 2021–2023 (GC6) dan 2024–2026 (GC7)
Latar Belakang
Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Pada tahun 2020, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, dengan estimasi 845.000 orang menderita TBC dan sekitar 33% pasien TBC yang belum mendapatkan pengobatan . Kota Bekasi, sebagai salah satu wilayah padat penduduk di kawasan Jabodetabek, turut menghadapi beban kasus yang signifikan. Data Dinas Kesehatan Kota Bekasi menunjukkan jumlah kasus TBC paru terus meningkat, dengan Case Notification Rate (CNR) mencapai 568,1 per 100.000 penduduk pada tahun 2023 .
Pola pencarian pengobatan masyarakat yang cenderung mengobati diri sendiri (self-medication) ketika mengalami gejala batuk berkepanjangan menjadi salah satu faktor rendahnya penemuan kasus TBC. Banyak kasus tidak terdiagnosis dan tidak terlaporkan, sehingga rantai penularan terus berlanjut di tengah masyarakat .
Posisi Program
Yayasan Synersia berperan sebagai Sub-Sub Recipient (SSR) di Kota Bekasi dalam Konsorsium Komunitas Penabulu–Stop TB Partnership Indonesia (STPI) . Konsorsium ini merupakan Principal Recipient (PR) dari The Global Fund untuk Program TBC Komunitas periode GC6 (2021–2023) dan GC7 (2024–2026), yang bertujuan meningkatkan peran serta komunitas dalam layanan TBC dan TB-HIV yang berkualitas serta berpihak pada pasien .
Program ini mendukung Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Indonesia 2020–2024 dan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, dengan fokus pada upaya pelacakan dan penemuan kasus TBC oleh komunitas, penguatan pelayanan berbasis Hak Asasi Manusia dan kesetaraan gender, serta kolaborasi dengan pemerintah dan mitra kerja .
Strategi dan Lingkup Kegiatan
Program ini berfokus pada intervensi berbasis komunitas melalui serangkaian kegiatan utama:
1. Investigasi Kontak (IK)
Pelacakan dan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat atau serumah dengan pasien TBC terkonfirmasi. Tujuannya adalah mendeteksi kasus secara dini dan mencegah penularan lebih lanjut kepada individu sehat melalui edukasi dan skrining .
2. Penemuan Terduga Kasus
Identifikasi aktif orang-orang dengan gejala TBC melalui kader komunitas dan fasilitas kesehatan swasta, untuk kemudian dirujuk ke layanan diagnostik yang sesuai standar .
3. Sosialisasi dan Edukasi TBC
Penyuluhan massal kepada masyarakat tentang gejala, cara penularan, dan pentingnya pengobatan TBC hingga tuntas. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia dan melalui forum-forum komunitas .
4. Pendampingan Pasien
Pendampingan pasien TBC selama menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh, guna memastikan kepatuhan minum obat dan mengurangi risiko putus pengobatan .
5. Implementasi District-Based Public Private Mix (DPPM)
Penguatan kemitraan dengan fasilitas kesehatan swasta (klinik dan rumah sakit) di Kota Bekasi untuk meningkatkan penemuan kasus dan memastikan perawatan TBC sesuai standar. Synersia berperan sebagai pihak komunitas yang aktif dalam forum-forum koordinasi DPPM .
6. Pengantaran Obat (OAT) dan Penyelarasan TB-COVID
Pada masa pandemi COVID-19, program ini melakukan adaptasi dengan menyelenggarakan lokakarya TB-COVID dan sosialisasi pengantaran obat bagi kader TB, untuk memastikan keberlangsungan pengobatan pasien .
Capaian dan Kontribusi
Sepanjang periode pelaksanaan, Yayasan Synersia telah melaksanakan berbagai kegiatan koordinasi dan intervensi di Kota Bekasi, antara lain:
-
Rapat Koordinasi Anggaran POA 2022 bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk menyelaraskan program eliminasi TBC .
-
Lokakarya Kemitraan SSR Komunitas dengan Fasyankes Swasta dalam implementasi DPPM, guna menjalin kemitraan untuk peningkatan penemuan kasus .
-
Kunjungan Koordinasi MK PPM dan Koordinator Kader DPPM ke klinik dan rumah sakit swasta di Kota Bekasi .
-
Pertemuan Koordinasi Lintas Sektoral dan Validasi Data yang melibatkan Tim P2PM Dinas Kesehatan Kota Bekasi, perwakilan kader, dan pengelola program TB dari 48 puskesmas daerah intervensi .
-
Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 dengan mengundang Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan perwakilan PJTB puskesmas, dalam rangka mensinergikan upaya eliminasi TBC 2030 .
-
Penyuluhan Massal TBC dengan tema “Investasi untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Bangsa” di Kota Bekasi .
Pada tingkat konsorsium, program PR Penabulu-STPI secara keseluruhan berhasil mengidentifikasi 176.087 kasus TBC melalui kontribusi komunitas pada tahun 2024, dengan 642.452 kontak serumah menjalani skrining, serta mencapai peringkat program A (109,6% dari 5 indikator kumulatif) .
Ringkasan Keunggulan Program
Program Eliminasi Tuberkulosis Kota Bekasi yang dilaksanakan oleh Yayasan Synersia mencerminkan pendekatan komunitas yang terintegrasi dalam upaya penanggulangan TBC. Sebagai bagian dari ekosistem Konsorsium Penabulu–STPI yang didanai Global Fund, program ini menunjukkan bagaimana organisasi masyarakat sipil dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjembatani layanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penemuan kasus, investigasi kontak, dan pendampingan pasien. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan swasta, kader komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, program ini berkontribusi langsung terhadap target eliminasi TBC nasional tahun 2030.





