09 Sep

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS)

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Pendahuluan Akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak merupakan hak dasar manusia dan prasyarat penting bagi kesehatan, produktivitas ekonomi, dan martabat masyarakat. Di Indonesia, tantangan penyediaan akses air bersih di wilayah perdesaan menjadi perhatian serius, terutama di daerah-daerah yang rawan kekeringan seperti NTT, NTB, dan Maluku Utara. Sebagai respons terhadap tantangan ini, Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pada tahun 2008, dengan dukungan pinjaman dari...

09 Sep

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Pendekatan Kolaboratif untuk Indonesia Bebas BABS

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM): Pendekatan Kolaboratif untuk Indonesia Bebas BABS Pendahuluan Di tengah kesadaran global akan pentingnya sanitasi layak sebagai hak dasar dan investasi pembangunan, Indonesia menghadapi tantangan besar. Sebagian masyarakat masih belum memiliki akses sanitasi memadai, dan praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih ditemukan di berbagai wilayah. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016, sekitar 2,4 miliar orang di dunia tidak memiliki akses fasilitas sanitasi baik, dan sekitar 946 juta orang masih buang air besar di tempat terbuka. Pemerintah...

06 Sep

Kesehatan Masyarakat (Higienis) dan Kesehatan Lingkungan (Sanitasi)

Kesehatan Masyarakat (Higienis) dan Kesehatan Lingkungan (Sanitasi) Pendahuluan Kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia dan menjadi fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang produktif . Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Salah satu upaya untuk mewujudkan hak tersebut adalah melalui penyelenggaraan kesehatan lingkungan yang bertujuan menciptakan kualitas lingkungan yang sehat dari aspek fisik, kimia, biologi, dan sosial . Sejarah...

06 Sep

Ekonomi Sirkular (Circular Economy): Dari Konsep Menuju Transformasi Sistemik

Ekonomi Sirkular (Circular Economy): Dari Konsep Menuju Transformasi Sistemik Pendahuluan Model ekonomi global saat ini didominasi oleh pendekatan linear: ekstraksi sumber daya alam, produksi barang, konsumsi, dan pembuangan. Model “ambil-produksi-buang” (take-make-dispose) ini tidak berkelanjutan dan memiliki konsekuensi lingkungan yang signifikan . Ekonomi sirkular hadir sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi krisis sumber daya, perubahan iklim, dan polusi yang semakin parah. Seperti yang dinyatakan dalam laporan OECD, “Today’s economy is massively wasteful. Most of the materials we use, we lose, the things we...

10 Aug

Konservasi Alam dan Pembangunan Masyarakat: Menjaga Ekosistem untuk Kesejahteraan Bersama

Konservasi Alam dan Pembangunan Masyarakat: Menjaga Ekosistem untuk Kesejahteraan Bersama Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang luar biasa. Hutan tropisnya yang luas, ekosistem mangrove yang menjadi yang terbesar di dunia, serta keanekaragaman hayati yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia. Namun, tanggung jawab besar ini berbanding lurus dengan ancaman yang mengintai. Laju deforestasi, degradasi ekosistem pesisir, dan perubahan iklim menjadi tantangan serius yang membutuhkan tindakan kolektif dan kolaboratif. Sebagai organisasi yang mensinergikan gerakan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan, Synersia Foundation...

10 Aug

Konservasi Alam Indonesia: Antara Harapan dan Ancaman di Garda Depan Krisis Iklim

Konservasi Alam Indonesia: Antara Harapan dan Ancaman di Garda Depan Krisis Iklim Pendahuluan Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam paling melimpah di dunia. Dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, ekosistem mangrove terbesar secara global, dan keanekaragaman hayati yang menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik, Indonesia memegang peranan kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Namun, tanggung jawab besar ini berbanding lurus dengan ancaman yang tidak kalah besarnya. Laju deforestasi yang mengkhawatirkan, kerusakan ekosistem pesisir, serta konflik antara konservasi dan kepentingan...

01 Aug

Bencana Asap Melanda Kalimantan: Puluhan Ribu Hektare Lahan Terbakar, ASEAN Siaga Tertinggi

Bencana Asap Melanda Kalimantan: Puluhan Ribu Hektare Lahan Terbakar, ASEAN Siaga Tertinggi Kalimantan, 30 Agustus 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan memasuki fase kritis sepanjang Agustus 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20 Agustus mendeteksi 1.487 titik panas yang tersebar di sebagian besar wilayah Kalimantan, dengan konsentrasi tertinggi di Kalimantan Tengah (767 titik) dan Kalimantan Barat (560 titik) . Situasi ini memicu krisis asap lintas batas yang telah mencapai tingkat siaga tertinggi. ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC)...

26 Jun

Mangrove Indonesia: Melindungi Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat

Mangrove Indonesia: Melindungi Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup SK 3438 pada 23 Desember 2025, luas mangrove Indonesia mencapai 3.455.628 hektare—sekitar 23 persen dari total mangrove dunia . Dengan penyebaran di 37 provinsi, ekosistem ini menjadi fondasi kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir sekaligus benteng pertahanan alam terhadap perubahan iklim. Namun, di balik anugerah besar ini, ancaman terhadap kelestarian mangrove...

26 Jun

Mangrove Indonesia: Menjaga Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat

Mangrove Indonesia: Menjaga Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Dengan luas mencapai 3,45 juta hektare atau sekitar 23% dari total mangrove global, Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim dunia, melindungi pesisir, dan menopang kehidupan jutaan masyarakat pesisir. Namun, di balik potensi besar ini, ancaman terhadap kelestarian mangrove tetap nyata—alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi telah menghilangkan sekitar 1,3 juta hektare mangrove antara 1980 hingga 2025