Bencana Asap Melanda Kalimantan: Puluhan Ribu Hektare Lahan Terbakar, ASEAN Siaga Tertinggi


Kalimantan, 30 Agustus 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan memasuki fase kritis sepanjang Agustus 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20 Agustus mendeteksi 1.487 titik panas yang tersebar di sebagian besar wilayah Kalimantan, dengan konsentrasi tertinggi di Kalimantan Tengah (767 titik) dan Kalimantan Barat (560 titik) .

Situasi ini memicu krisis asap lintas batas yang telah mencapai tingkat siaga tertinggi. ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengaktifkan Alert Level 3 untuk wilayah ASEAN bagian selatan pada 27 Agustus 2026, menandakan kondisi kabut asap transboundary yang semakin memburuk .


🔥 Data dan Fakta Karhutla Agustus 2026

1. Sebaran Titik Panas (Hotspot) di Kalimantan

Berdasarkan pemantauan satelit BMKG pada 25 Agustus 2026, Pulau Kalimantan mencatat 3.391 titik panas, dengan rincian :

WilayahJumlah Hotspot
Kalimantan Tengah767 titik
Kalimantan Barat560 titik
Kalimantan Selatan & TimurMasing-masing 74 titik
Kalimantan Utara3 titik
Total Kalimantan3.391 titik

Sumber: BMKG via BNPB 

Kutipan Berton SP Panjaitan (Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB):
“Sebaran titik panas tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk dicegah agar tidak meluas menjadi karhutla. BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman.” 


2. Luas Lahan Terbakar per Provinsi

Akumulasi luas lahan yang terdampak kebakaran menunjukkan skala bencana yang masif:

ProvinsiLuas Lahan TerbakarCatatan
Kalimantan Tengah7.634 hektareAkumulasi Jan–Agt 2026; 858 hotspot dan 53 fire spot terpantau harian 
Kalimantan Selatan6.905,67 hektareHingga 21 Agustus; 1.651 kejadian karhutla 
Kalimantan Timur1.595,81 hektareHingga 27 Agustus; 517 kejadian; 1.362 hektare terjadi sepanjang Agustus 
Kalimantan Barat±1.500 hektareInvestigasi awal di lahan PT Sinar Karya Mandiri, Ketapang 

Sumber: BPBD Provinsi dan BNPB 


3. Grafik: Lonjakan Kebakaran di Kalimantan Timur

BPBD Kalimantan Timur mencatat lonjakan drastis luas lahan terbakar pada Agustus 2026 dibandingkan periode Januari–Juli.

Sumber: BPBD Kaltim 

Kutipan Buyung Dodi Gunawan (Kepala Pelaksana BPBD Kaltim):
“Khusus Agustus, area terbakar didominasi lahan dengan luas 1.336,68 hektare. Kemudian kebun 25,41 hektare dan hutan 0,50 hektare.” 


4. Dampak Kualitas Udara dan Jarak Pandang

Kebakaran menyebabkan penurunan drastis kualitas udara di sejumlah wilayah:

WilayahDampak
Banjarbaru, KalselKonsentrasi PM2.5 mencapai 389,4 µg/m³ pada 07.00 WITA (kategori Berbahaya), jauh melampaui ambang batas 250,5 µg/m³ 
Jarak PandangTurun dari 3.500 meter menjadi 200 meter pada 22 Agustus 2026 akibat kabut asap tebal 
BandaraPenerbangan di Bandara Muara Teweh (Kalteng) dan Bandara Singkawang (Kalbar) dihentikan sementara akibat jarak pandang di bawah batas aman 

Sumber: BMKG dan BNPB 

Kutipan Staf Operasional BMKG Kalsel Utari Randiana:
“Asap mulai terdeteksi sejak pukul 02.00 WITA… Jarak pandang yang sebelumnya mencapai 3.500 meter kemudian terus menurun hingga 200 meter.” 


🌏 Krisis Lintas Batas: ASEAN Siaga Tertinggi

Kabut asap dari Kalimantan telah menyebar ke negara tetangga. ASMC melaporkan :

  • 1.180 titik panas terdeteksi di Kalimantan berdasarkan analisis satelit NOAA.
  • Kabut asap sedang hingga pekat terpantau bergerak dari Kalimantan Barat ke arah utara menuju Sarawak (Malaysia).
  • Sejumlah stasiun pemantauan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sarawak mencatat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.

Kutipan ASMC:
“Dalam beberapa hari terakhir, situasi titik panas dan kabut asap di wilayah ASEAN bagian selatan semakin memburuk akibat kondisi kering yang berkepanjangan.” 


⚖️ Penegakan Hukum dan Tata Kelola

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel lahan PT Sinar Karya Mandiri seluas 1.500 hektaredi Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, atas dugaan kelalaian pencegahan kebakaran . Sanksi serupa dikenakan terhadap enam pemegang izin konsesi di Kalimantan dengan total area terbakar 1.511,55 hektare .

Data WALHI mencatat 11.189 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedang, dan rendah. Sebanyak 1.351 titik berada di dalam atau sekitar konsesi 15 perusahaan sawit, kehutanan, dan pertambangan .

Kutipan Uli Arta Siagian (Koordinator Pengkampanye Eksekutif Nasional WALHI):
“Keberulangan karhutla ini menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam perbaikan tata kelola dan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan penjahat lingkungan.” 


🚨 Upaya Penanganan dan Imbauan

BNPB mengerahkan operasi pemadaman terpadu yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan. Operasi udara dengan water bombing juga dilakukan di titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau, seperti di Kotawaringin Barat .

Masyarakat diimbau untuk:

  1. Tidak membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan .
  2. Menggunakan masker N95 saat beraktivitas di luar ruangan .
  3. Melaporkan titik api ke BPBD atau layanan darurat 117 .
  4. Memantau kualitas udara melalui laman ispu.kemenlh.go.id .

🏁 Penutup

Karhutla Agustus 2026 di Kalimantan bukan sekadar bencana musiman, tetapi cerminan persoalan tata kelola lahan dan penegakan hukum yang belum tuntas. Krisis ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem, tetapi juga hubungan lintas negara di kawasan ASEAN.

Sumber Data:

  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar
  • Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
  • ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC)
  • WALHI
  • ANTARA News, RRI, Kompas.com, detikcom, CNN Indonesia, Bernama
  • Inilah.com, Borneonews.co.id