Blog

26Jun

Mangrove Indonesia: Melindungi Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat

Mangrove Indonesia: Melindungi Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup SK 3438 pada 23 Desember 2025, luas mangrove Indonesia mencapai 3.455.628 hektare—sekitar 23 persen dari total mangrove dunia . Dengan penyebaran di 37 provinsi, ekosistem ini menjadi fondasi kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir sekaligus benteng pertahanan alam terhadap perubahan iklim. Namun, di balik anugerah besar ini, ancaman terhadap kelestarian mangrove...

26Jun

Mangrove Indonesia: Menjaga Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat

Mangrove Indonesia: Menjaga Pesisir, Menyejahterakan Masyarakat Pendahuluan Indonesia adalah negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Dengan luas mencapai 3,45 juta hektare atau sekitar 23% dari total mangrove global, Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim dunia, melindungi pesisir, dan menopang kehidupan jutaan masyarakat pesisir. Namun, di balik potensi besar ini, ancaman terhadap kelestarian mangrove tetap nyata—alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi telah menghilangkan sekitar 1,3 juta hektare mangrove antara 1980 hingga 2025

25Jun

Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA): Pendekatan Holistik untuk Mengukur Dampak Pembangunan

Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA): Pendekatan Holistik untuk Mengukur Dampak Pembangunan Pendahuluan Dalam evaluasi program pembangunan, pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: “Apakah program ini benar-benar memberikan perubahan positif bagi masyarakat?”. Untuk menjawab pertanyaan ini secara kredibel, diperlukan metode yang tidak hanya mengukur output program, tetapi juga dampak nyata pada kehidupan masyarakat. Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) hadir sebagai pendekatan yang menjawab kebutuhan tersebut. SLIA merupakan metode yang dikembangkan berdasarkan Sustainable Livelihoods Approach (SLA) yang pertama kali diperkenalkan oleh Robert Chambers pada tahun...

25Jun

Outcome Harvesting: Metode Evaluasi untuk Menangkap Perubahan dalam Konteks Kompleks

Outcome Harvesting: Metode Evaluasi untuk Menangkap Perubahan dalam Konteks Kompleks Pendahuluan: Mengapa Outcome Harvesting? Dalam dunia pembangunan dan kebijakan publik yang semakin kompleks, perubahan jarang mengikuti jalur linear dari aktivitas menuju hasil yang telah direncanakan. Sebaliknya, perubahan sering muncul melalui interaksi antar aktor, hubungan yang berkembang, dan pergeseran perilaku yang tidak terantisipasi dalam kerangka perencanaan awal . Outcome Harvesting hadir sebagai respons terhadap tantangan ini. Metodologi ini dikembangkan oleh Ricardo Wilson-Grau dan koleganya pada tahun 2002, terinspirasi oleh Outcome Mapping dan Utilization-Focused...