Blog

01Oct

Proyek Indonesia Community Social Development Research

Mengapa perlu dilakukan? Kebutuhan informasi yang relevan dan valid mengenai kerentanan dan potensi suatu wilayah padaskala desa atau kelurahan yang dibutuhkan oleh Human Initiative untuk mengembangakan modelprogram pembangunan masyarakat di 20 lokasi yang tersebar di 5 provinsi. Apa kegiatannya? Program kajian (tahap pengumpulan dan pengolahan data) kerentanan dan potensi aset suatu wilayahdalam setingkat kelurahan atau desa dengan dengan mix method di 5 (lima) wilayah yaitu ProvinsiJawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Riau dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: mengorganisasi pensurvei (enumerator)mendampingi pengumpulan data...

08Aug

Gempa Lombok 7,0 SR: Duka dan Pembelajaran dari Bencana Besar 2018

Gempa Lombok 7,0 SR: Duka dan Pembelajaran dari Bencana Besar 2018 Gambar 1. Peta Gempa Bumi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 2018.Sumber: https://www.bmkg.go.id/gempabumi/ulasan-guncangan-tanah/ulasan-guncangan-gempa-lombok-timur-05-agustus-2018 Lombok, 6 Agustus 2018 – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,0 mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46.35 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 8,37° LS dan 116,48° BT, dengan kedalaman 15 km, berjarak 27 km timur laut Lombok Utara . Gempa...

01Dec

MDGs vs SDGs: Evolusi Paradigma Pembangunan Global

MDGs vs SDGs: Evolusi Paradigma Pembangunan Global Pendahuluan Pada bulan September 2000, 193 negara anggota PBB mengadopsi Deklarasi Milenium di Markas Besar PBB di New York. Dokumen bersejarah ini melahirkan Millennium Development Goals (MDGs)—delapan tujuan pembangunan yang harus dicapai pada tahun 2015. MDGs dirancang untuk mengatasi masalah kemiskinan global yang paling mendesak dengan pendekatan yang sederhana, terukur, dan terikat waktu. Seperti yang dijelaskan oleh Jan Vandemoortele, salah satu arsitek utama MDGs, tujuan utama...

01Dec

ISO 26000:2010: Panduan Global untuk Tanggung Jawab Sosial Organisasi

ISO 26000:2010: Panduan Global untuk Tanggung Jawab Sosial Organisasi Pendahuluan Tanggung jawab sosial (social responsibility) bukan lagi sekadar wacana etis, melainkan telah menjadi ekspektasi fundamental bagi setiap organisasi di era modern. Masyarakat, konsumen, dan pemangku kepentingan semakin menuntut organisasi untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Di sinilah ISO 26000:2010 memainkan peran penting. ISO 26000:2010—Guidance on Social Responsibility—adalah standar internasional yang memberikan panduan komprehensif tentang cara mengidentifikasi, mengintegrasikan, mengimplementasikan, dan mempromosikan perilaku yang bertanggung jawab secara...