Fly for Humanity
Nama Program: Fly for Humanity (F4H)
Pelaksana: Yayasan Synersia melalui Sky Volunteer
Mitra Pelaksana: PT Lokalangit Nusantara
Mitra Strategis: U-INSPIRE Indonesia
Tahun Pendirian: 2017
Jangkauan Operasi: Seluruh wilayah Indonesia
Latar Belakang
Indonesia secara geografis terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, menjadikannya negara dengan risiko bencana yang sangat tinggi. Peta Seismisitas yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat bahwa hanya pada Januari 2021, tercatat 646 gempa bumi tektonik. Selain gempa bumi, Indonesia juga rentan terhadap banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, letusan gunung berapi, dan berbagai ancaman bahaya alam lainnya .
Namun, di tengah risiko yang sedemikian besar, pengelolaan bencana di Indonesia belum sepenuhnya mengoptimalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam hal pemanfaatan data spasial. Padahal, dengan data spasial, kondisi suatu wilayah dapat dipahami secara utuh sehingga risiko dan ancaman bahaya alam dapat dipetakan dengan lebih akurat. Salah satu teknologi untuk memperoleh data spasial tersebut adalah Unmanned Aerial Vehicle (UAV), yang lebih dikenal sebagai drone .
Posisi Program
Fly for Humanity merupakan inisiatif pemuda dan profesional muda dalam bidang pengurangan risiko bencana yang tergabung dalam Sky Volunteer (Yayasan Synersia) bersama U-INSPIRE Indonesia . Program ini mengoptimalkan pemanfaatan teknologi drone untuk kepentingan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, mencakup fase mitigasi dan kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi .
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Synersia bermitra dengan PT Lokalangit Nusantara, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fotografi udara, videografi udara, pemetaan udara, dan teknologi terkait. PT Lokalangit Nusantara didirikan pada tahun 2021 dan berdomisili di Sumedang, Jawa Barat, dengan keahlian yang mencakup desain grafis, fotografi, videografi, animasi, pemetaan udara, konsultasi kreatif, Internet of Things (IoT), dan pelatihan .
Tujuan Program
Program ini memiliki lima tujuan utama :
1. Pengurangan Risiko Bencana
Menyediakan data spasial menggunakan drone untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia.
2. Dukungan Respons Bencana
Mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan dengan penyediaan data spasial yang akurat dan terkini.
3. Advokasi Kebijakan
Melakukan advokasi kebijakan penanggulangan bencana dengan dukungan data spasial yang objektif dan terukur.
4. Dokumentasi Arsip Kebencanaan
Mengumpulkan dan menyusun arsip kebencanaan dalam format audiovisual sebagai sumber pembelajaran dan referensi.
5. Penguatan Kapasitas
Memberikan pelatihan penggunaan drone untuk kepentingan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Metodologi
Fly for Humanity menerapkan pendekatan berbasis sains dan teknologi yang melibatkan lintas keahlian dan sudut pandang . Proses kerja program ini mencakup beberapa tahapan :
-
Pengumpulan data foto dan video, data wawancara, data mentah dampak bencana, serta data proses penanganan bencana;
-
Pengolahan data menjadi peta risiko dan daerah terdampak, peta kerusakan, arsip tertulis, dan arsip audiovisual;
-
Analisis data berdasarkan peta dan model yang telah diproses, disertai visualisasi data;
-
Penyampaian data kepada pihak-pihak berkepentingan dan masyarakat;
-
Penyampaian rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Capaian Operasional
Sejak tahun 2018, Sky Volunteer telah mengudara di berbagai wilayah Indonesia untuk melakukan asesmen risiko sebelum bencana terjadi dan asesmen kerusakan pasca-bencana .
Asesmen Risiko Udara (Aerial Risk Assessment):
-
Tsunami di Mentawai, Sumatera Barat (2017–2018);
-
Gempa bumi di Lembang, Jawa Barat.
Asesmen Kerusakan Udara (Aerial Damage Assessment):
-
Gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (2018);
-
Gempa bumi di Halmahera Selatan, Maluku Utara (2019);
-
Gempa bumi di Ambon, Maluku (2019);
-
Banjir bandang di Sukabumi, Jawa Barat (2020);
-
Tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (2021);
-
Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (2021);
-
Gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat (2021).
Operasi Tanggap Darurat:
-
Erupsi Gunung Semeru, Lumajang (2021);
-
Banjir dan tanah longsor akibat Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (2021) ;
-
Erupsi Gunung Semeru (2025), dengan pemetaan awal 1.731 hektare wilayah terdampak .
Kontribusi terhadap Kerangka Sendai
Asesmen risiko dan kerusakan udara yang dilaksanakan melalui Fly for Humanity berkontribusi langsung terhadap Prioritas Aksi 1 Kerangka Sendai, yaitu pemahaman risiko bencana. Asesmen ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana. Selain itu, karena hasil asesmen dibagikan kepada organisasi dan badan pemerintah terkait, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap Prioritas Aksi 2, yaitu penguatan tata kelola risiko bencana .
Kolaborasi Multipihak
Program ini menerapkan pola kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, antara lain :
-
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB);
-
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG);
-
Badan SAR Nasional (Basarnas);
-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD);
-
TNI Angkatan Udara;
-
AirNav Indonesia;
-
Kantor Otoritas Bandara III;
-
Universitas Multimedia Nusantara;
-
Garuda Academica;
-
Berbagai komunitas drone dan mitra logistik.
Pada Mei 2022, Fly for Humanity berpartisipasi dalam Ignite Stage di Global Platform for Disaster Risk Reduction yang diselenggarakan di Bali, Indonesia. Partisipasi ini mendorong pengajuan komitmen terhadap Sendai Framework Voluntary Commitments .
Ringkasan Keunggulan Program
Fly for Humanity merupakan praktik unggulan Yayasan Synersia dalam pemanfaatan teknologi drone untuk kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Program ini menunjukkan bahwa teknologi yang tepat guna, ketika dioperasikan oleh relawan terlatih dan didukung oleh kemitraan strategis dengan entitas seperti PT Lokalangit Nusantara, dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengurangan risiko bencana di Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Fly for Humanity terus memperkuat kapasitas respons bencana berbasis bukti di seluruh Nusantara.
